Sekilas Pengetahuan Bagi Penderita Kanker Usus

434

Sekilas Pengetahuan Bagi Penderita Kanker Usus, saat usu terjangkit kanker akan tumbuh sel ganas didalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau adenoma namun dalam stadium awal terus membentuk polip (sel dengan pertumbuhan sangat besar).

pada stadium awal, adenoma dapat diangkat dengan mudah hanya tumbuhnya adenoma pada stadium awal seringkali tidak menampakkan gejala apa pun, bahkan tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama. Padahal, adenoma yang awalnya tak menimbulkan keluhan apa pun, suatu saat bisa berkembang menjadi kanker yang menggerogoti semua bagian dari usus besar.

Gejala awal yang tidak khas ini membuat banyak penderita kenker usus besar datang ke rumah sakit ketika stadium penyakit sudah demikian lanjut. Upaya pengobatan pun menjadi sulit, sehingga harapan penderita untuk bertahan hidup menjadi kecil. Padahal menurut ketua perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Dokter Aru Sudoyo SpPd KHOM, seperti dikutip dari www.doktersehat.com, kunci utama keberhasilan penaganan kanker usus besar adalah ditemukannya kanker dalam stadium dini, sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif. Sayangnya hal seperti ini jarang terjadi.

Jika kanker usus besar ditemukan pada stadium I, peluang penderita untuk hidup hingga lima tahun mencapai 85-95 persen. Sementara, bila ditemukan pada stadium II, peluang hidup mencapai 60-80 persen, pada stadium III sekitar 30-60 persen, dan stadium IV sekitar 25 persen.

“Ini artinya, bila ada 100 persen penderita kanker usu besar stadium IV, maka yang masih hidup hingga sampai lima tahun hanya lima orang,” ucap Dokter Aru.

Deteksi dini kanker usus besar

Deteksi dini perlu dilakukan untuk menghindari kemungkinan terburuk dari penyebaran kanker usus yang bisa menggorogoti tubuh. Dengan deteksi dini akan dapat ditemukan adanya polip prakanker, yaitu suatu pertumbuan abnormal pada usus besar atau rektum yang dapat segera dibuang sebelum berubah menjadi kanker.

Lihat Juga:  Manfaat Dan kandungan Gizi Cokelat

Cara melakukan deteksi dini adalah dengan investigasi pada seseorang meskipun belum ada gejala apa pun. Investigasi ini bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit pada stadium dini, sehingga dapat dilakukan terapi segera mungkin. deteksi dini bisa dilakukan pada orang-orang di atas usia 40  tahun mereka yang memiliki resiko lebih tinggi terserang kanker usus. Golongan resiko tinggi adalah mereka yang pernah menjalani polipektomi untuk adenoma di usus besar, dan orang-orang yang berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit ini. Meskipun riwayat keluarga atau faktor genetik menjadi salah satu hal yang menjadikan kemungkinan lebih besar untuk terserang kanker usus besar, namun dengan pola hidup dan pola makan yang sehat hal ini bisa dihindarkan.

Penyebab dan gejala kanker usus

Sejauh ini penyebab kanker usus besar memang belum diketahui secara pasti. hanya saja, ada beberapa hal yang diduga kuat berpotensi memunculkan penyakit ganas ini, yaitu:

  • Cara diet yang salah ( terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan protein, serta rendah serat).
  • Obesitas (kegemukan).
  • Pernah terkena kanker usus besar, Seseorang yang pernah terkena kanker usus besar biasanya rentang mengalami serangan lagi. Sel kanker yang mudah lemah bangkit lagi menjadi ganas.
  • Berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar.
  • Pernah memiliki polip di usus.
  • Umur (resiko meningkat pada usia di atas 50 tahun).
  • Jarang melakukan aktivitas fisik.
  • Sering terpapar bahan pengawet makanan maupun pewarna yang bukan untuk makanan.
  • Merokok.

Dalam buku “Panduan Pengelolaan Adenokarsinoma kalorektal”. Yang disusun oleh perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dan Ikatan Akhli Bedah Digestik Indonesia (IKABDI), disebutkan meskipun penelitian awal tidak menunjukkan hubungan merokok dengan kejadian kanker usus besar, namun penelitian terbaru menunjukkan perokok jangka lama (30-40 tahun)mempunyai resiko sampai 1,5-3 kali. Diperkirakan, satu dari lima kasus kanker usus besar di Amerika Serikat menyerang para perokok. Penelitian kohort dan kasus-kontrol dengan desain yang baik menunjukkan bahwa merokok berhubungan dengan kenaikkan risiko terbentuknya adenoma, juga kenaikan risiko perubahan adenoma menjadi kanker usus besar.

Lihat Juga:  Manfaat Dan Kandungan Gizi Miso

Sebagai catatan, penelitian kohort adalah penelitian yang membandingkan antara sekelompok orang sehat dan sekelompok orang dengan satu penyakit tertentu. Kasus-kontrol dengan desain yang baik maksudnya penelitian benar-benar dilakukan pada sekelompok orang sehat dan sekelompok orang yang terserang penyakit tertentu, dalam hal ini kanker.

Keluhan yang kerap dialami oleh penderita kanker usus besar.

  • pendarahan pada usus besar yang ditandai dengan ditemukannya darah pada feses saat buang air besar.
  • Perubahan pungsi usus (diare atau sembelit) tanpa sebab yang jelas selama lebih dari enam minggu.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Rasa sakit di perut atau bagian belakang.
  • Perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air. besar, Rasa lelah yang terus-menerus.
  • Kadang-kadang kanker dapat menjadi penghalang dalam usus besar yang tampak pada beberapa gejala, seperti sembelit, rasa sakit, dan rasa kembung diperut. Penghalang di sini tentu maksudnya adalah kanker/daging tumbuhan yang apabila tumbuh di usus besar akan menghambat jalannya makanan yang biasanya melewati dan proses dalam usus besar tersebut sehingga menjadi sangat sakit.

Untuk menangani kanker usus besar terapi bedah merupakan cara yang paling efektif . Terapi bedah terutama dilakukkan pada penyakit yang masih terlokalisir. Namun, bila sudah terjadi metastasis (penyebaran), penanganan menjadi lebih sulit. Meski begitu dengan perkembangan kemoterapi dan radioterapi telah memungkinkan penderita stadium lanjut atau kasus kambuhan yang menjalani terapi adjuvan. Terapi adjuvan adalah kemoterapi yang diberikan setelah tindakan operasi pada pasien kanker stadium III, dan bertujuan untuk membunuh sisa-sisa sel kanker.

Lihat Juga:  Manfaat dan Kandungan Gizi Buah Prem

Dalam perkembangannya terapi adjuvan bisa dilakukan tampa suntik (infus), melainkan dengan oral/tablet (capacitabine). Ketersediaan capacitabine memungkinkan pasien untuk menjalani kemoterapi di rumah yang tentu saja efektivitas lebih baik.

“Capacitabine juga merupakan kemoterapi oral yang aman dan bekerja sampai ke sel kanker,” kata Dokter Aru yang juga menjabat sebagai ketua komisi terapi Adjuvan, kelompok kerja Adenokarsinoma Kelorektal Indonesia.

Jurus penangkal kanker usus besar

Mencegah jauh lebih baik ketimbang mengobati. Hal itu juga berlaku pada kanker usus besar. Agar tak sampai terjamah penyakit mematikan ini, lakukan upaya pencegahan.  Simak tip pencegahan dari dokter Adil S Pasaribu SpB KBD, dokter spesialis bedah RS kanker Dharmais Jakarta, seperti yang dikutip dari www.doktersehat.com berikut ini.

  • Hindari makanan tinggi lemak, protein, kalori, serta daging merah. Jangan lupakan konsumsi kalsium dan asam folat. Kalsium dan asam folat banyak terdapat dalam bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, seperti pada sayur bayam, susu, keju, dan ikan laut. Kemudian, setelah menjalani polipektomi adenoma disarankan pemberian suplemen kalsium.
  • Disarankan pula suplementasi vitamin E dan D.
  • Makan buah dan sayuran setiap hari.
  • Pertahankan Indeksi Massa Tubuh antara 18,5-25,0 kg/m2 sepanjang hidup.
  •  Lakukan aktivitas fisik, semisal jalan cepat paling tidak 30 menit dalam sehari.
  • Hindari kebiasan merokok.
  • Segera lakukan kolonoskopi dan polipektomi bila ditemukan adanya polip. Kalonoskopi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara memasukkan kamera ke dalam usus melalui dubur untuk melihat adanya penyakit tertentu. Sementara, polipektomi adalah tindakan pengangkatan polip.
  • Lakukkan deteksi dini dengan tes darah samr (pemeriksaan ada atau tidaknya darah dalam tinja seseorang)sejak usia 40 tahu.